Wednesday, November 30, 2011

Berfatwa Tanpa Ilmu

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tenatang nya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS Al-Isra : 36)

Tafsir Ayat Secara Umum

Kita perlu mengetahui perkataan ahli tafsir ulama salaf agar tidak keliru menafsirkan ayat, karena orang yang berilmu berhak jadi panutan untuk generasi selanjutnya.

Monday, November 28, 2011

MAYORITAS BUKAN STANDAR KEBENARAN

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (QS al- An’am :116)

MAKNA AYAT :

Imam Abu Ja’far ath-Thobari berkata : “ Allah menjelaskan kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam : wahai Muhammad, janganlah kamu  taat kepada orang yang berpaling dari agama Allah, karena mereka mengajak kamu mengikuti sesembahan mereka. Jangan kamu taati mereka ketika mengajak kamu agar makan sembelihan yang disajikan untuk tuhan-tuhan mereka, dan yang disembelih dengan menyebut nama tuhan mereka, dan jangan kamu taati perbuatan mereka yang tersesat. Jika kamu taat kepada umumnya manusia di permukaan bumi ini, pasti mereka menyesatkan kamu dari jalan Alloh yang benar dan menghalangi kamu dari yang benar juga, karena pada saat itu mereka kufur dan tersesat. 

Ya Allah Jadikan Sholatku Penyejuk Hatiku

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu dalam sholatnya (QS al Mukminun 1-2)

MAKNA AYAT

Syaikh Abdurohman as Sa’di berkata : “Ini adalah berita gembira dari Allah. Dia menyebut hambaNya yang beriman. Dia menjelaskan keberuntungan dan kebahagiaan mereka, dengan apa yang mereka bisa sampai kepada Allah. Ini adalah anjuran agar kita memiliki sifat seperti sifat mereka. Hendaknya manusia menimbang dirinya dengan ayat ini dan ayat lainnya, agar dia mengetahui kadar imannya dibandingkan dengan orang lain, bertambahkah atau berkurang? Sedikitkah atau banyak? Orang yang ingin beruntung dan selamat, dia akan berusaha agar memiliki iman yang sempurna, yaitu khusyu ketika menjalankan sholat. 

Sunday, November 27, 2011

MASALAH RIBA


“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata : sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Penciptanya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal didalamnya.” (QS Al Baqoroh 275)

MAKNA AYAT

Setelah Allah menjelaskan kebaikan orang yang berinfak, mengeluarkan zakat, berbuat baik, dan menyambung tali persaudaraan kepada orang miskin dan kerabat setiap saat;  Alah menjelaskan keberadaan orang yang mengambil hasil riba dan harta manusia dengan cara yanh batil dan segala macam usaha yang meragukan, maka Allah mengabarkan keadaan mereka ketika bangkit dari kubur, tidaklah mereka bangkit besok pada hari Kiamat melainkan seperti kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila ( Tafsir Ibnu Katsir)

LAKNAT ATAS BANI ISRAEL

Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu” (QS Al Ma’idah : 78-79)

MAKNA AYAT

Syaikh Abdurrohman bin Nashir as-sadi menafsirkan ayat diatas:

Orang-orang kafir dari Bani Israil dilaknat dan dijauhkan dari Rahmat Allah dengan persaksian dua Nabi yaitu Nabi Dawud dan Nabi Isa. Sungguh hujjah dan peringatan telah ditegakkan atas mereka tetapi mereka tetap mengingkarinya bahkan membangkang terhadap perintah Allah. Maka, sebagai balasan bagi mereka, Allah mencampakkan pada diri mereka kekufuran dan laknat disebabkan kemaksiatan dan kedzoliman, sehingga mereka jauh dari rahmat Allah. Ketahuilah sesungguhnya dosa dan kedzoliman itu ada balasannya.

Diantara kemaksiatan mereka yang mengundang musibah dan ancaman, mereka mengerjakan kemungkaran dan tidak melarang kemungkaran, termasuk juga mendiamkan kemungkaran padahal maapu melarangnya. Hal tersebut menunjukan peremehan perintah Allah bahkan mereka anggap kemaksiatan itu hal yang sepele.